CORETAN ISAH
#9
(Ditulis
pada 12 Januari 2017)
Cowok
Itu Nggak Peka
Yang setuju dengan pendapat saya jika
cowok itu nggak peka, cung tangan coba…
Bagi kita para perempuan, cowok
terkenal sekali dengan ketidakpekaan mereka. Ya kan, ya dong? Ya iyalah pastinya.
Yang cowok jangan protes dulu. Akan saya jelaskan kenapa kalian itu disebut
“TIDAK PEKA”.
Dalam KBBI, kata peka artinya: pe.ka a 1 mudah merasa; mudah
terangsang; 2 mudah bergerak
(tentang neraca peralatan mekanis); 3 tidak
lalai; 4 mudah menerima atau
meneruskan pengaruh (cuaca dsb)
Berdasarkan pengertian peka menurut
KBBI tersebut, kita ambil pengertian peka yang pertama, yakni mudah merasa.
Mudah merasa. Yang cowok-cowok, ngerti nggak maksudnya mudah merasa?
Ya
ngerti lah / Merasa apa coba? / Merasa asin, manis, pahit, asam, pedas, kecut,
umami, kan? / Halah, cowok mah gitu. Emang nggak peka deh -___- / Wanita emang
gitu, nggak mudah dipahami apa maksudnya / Makanya peka donk / Kalian aja yang
terlalu banyak maunya / Eh, lu ngajak ribut??? / Loh yang ngajak ribut siapa
cobaa?
Aduduh, malah rusuh sendiri saya.
Jadi begini, berdasarkan curhatan
teman saya yang kebanyakan adalah mengenai KETIDAKPEKAAN cowok, karena itu saya
menulis Coretan Isah edisi ke-sembilan ini. Tidak hanya satu orang teman yang
curhat seperti itu, ada beberapa dan hampir kesemuanya mengeluh betapa susahnya
yang namanya lelaki itu untuk peka. Bukan hanya dari curhatan teman-teman sih
sebenarnya, saya pribadi juga pernah dan sedang mengalaminya, kwkw XD
Ada salah seorang sahabat saya yang
paling saya sayangi sedunia dan seakhirat (tapi sayangnya mungkin cuman saya
yang menganggap seperti itu, entah dianya bagaimana haha) mengalami kejadian
sungguh tragis dan mengenaskan. Ini tidak seperti kisah-kisah melodrama di
drama Korea yang benar-benar menguras air mata sih, hanya saja ini kan kisah
nyata. Jadi efek nyeseknya tuh berasa banget di sini *nunjuk tembok* #Loh?
Sahabat tersayang dunia akhirat saya
ini nih pernah demen ama seorang ikhwan di kelas semasa eSeMA. Dulu dia rela melakukan
apapun untuk sang Ikhwan pujaan. Ketika si ikhwan males ke kantin buat beli
makanan ketika jam istrirahat, sobat saya itu mau-maunya aja belikan gorengan
dari kantin terus dibungkus dan di bawa ke kelas. Demi siapa? Demi si Ikhwan
itu permisa.
Pernah juga si Ikhwan nggak punya
pulsa, males jalan ke tempat orang jual pulsa. Naaaah, ini nih si sobat saya
ketika si Ikhwan esemes buat minta tolong isikan pulsa maka dengan semangat
empat-lima dirinya dengan senang hati ke luar rumah jalan ke tempat orang jual
pulsa di tengah cuaca terik demiiiiii si Ikhwan pujaan.
Sobat saya ini nggak pernah sebaik itu
ke ikhwan-ikhwan lain di kelas kecuali sama si do’i. Bahkan termasuk ke teman
sebangkunya Ikhwan idamannya pun kagak. Harusnya si Ikhwan ini ngerti donk
kenapa sobat saya ini mau-maunya melakukan apapun yang dia minta. Bukan karena
sobat saya baik banget punya hati cem malaikat, tapi karena demen. Adududuh,
gemes ternyata si Ikhwan pujaan sobat saya ini malah sukanya sama seorang
akhwat berkulit pucat kelas sebelah. Lalu yang lebih ngenes adalah si Ikhwan
itu ceritanya sama sobat saya ini.
Gimana nggak langit serasa runtuh di
kepalanya sobat saya ini kan cobaa???
Tuh Ikhwan sumpah nggak peka banget.
Nyadar dikit kek elu Bruh -_- Elu nggak lihat ada cewek tulus banget ke elu,
tapi elunya ngincar cewek lain yang sukanya malah bukan sama elu dan parahnya
elu curhatnya sama sobat gue pula. Dunia emang kejam saudara sekalian :v
Itu baru satu contoh ketidakpekaan
cowok yang—biasanya sih—sering dialami gadis remaja. Baik itu di sekolah maupun
di kampus.
Cowok itu nggak peka karena mereka
lebih mengendalkan pikiran mereka ketimbang hati.
Mungkin saja Ikhwan pujaan sobat saya
ini selalu positive thinking, menganggap
bahwa kebaikan sobat saya itu karena memang sobat saya itu pada dasarnya
memiliki hati baik, lemah lembut, dan mudah dimintai tolong (bahkan mungkin
termasuk ketika disuruh-suruh). Hatinya nggak merasa jika itu bukanlah
perbuatan baik belaka. Melainkan perasaan suka yang berdampak pada kerelaannya
untuk melakukan apapun demi sang pujaan hati.
*Mengapa
kau tak perdulikan aku… Mengapa engkau abaikan rasaku… Ataukah mungkin hatimu
membeku hingga kau tak pernah pedulikan aku… Cobalah mengerti keadaanku,
cobalah pahami keinginanku.. huwooo*
Bisa jadi, ketikdakpekaan cowok itu
karena mereka tidak mau repot dan ambil pusing dengan keadaan di sekitarnya.
Terutama jika itu berkaitan dengan seorang wanita.
Saya tidak berarti mengatakan bahwa
semua cowok itu nggak peka loh ya, pasti ada saja yang punya tingkat kepekaan
luar biasa namun emang adaaaaa aja cowok yang nggak peka itu. Sebenarnya apa
sih yang membuat kalian itu nggak peka?
Tolong aja nah peka wooeey
peka—terutama dirimuuuu yang akuh maksud ><
Gini loh. Cewek kalo sudah ngomong,
“Gimana nih, umur aku bukan lagi usia dimana masih bisa main-main. Semuanya
harus sudah serius.” Tau nggak apa yang harus cowok bilang?
“Ah, kamu bener. Sekarang waktunya
KITA punya rencana serius buat masa depan.”
Bukan malah bilang, “Nah, hayo tuh
kamu jangan lagi main-main kayak anak kecil. Kamu sih, kebanyakan nonton dram
Korea melulu sampai lupa kalau umur kamu bukan anak remaja labil lagi.”
-___- *pengalaman pribadi :p *
Yang cowok-cowok nih ya, ingat pesan
aku. Kalau sudah cewek pujaan ngomong begitu, itu tandanya kalian sudah harus
siapkan mental datangin rumah orangtuanya si do’i buat minta restu. Bukannya
malah nyuruh berhenti nonton drama Korea, ckckk. Kami ini wanita butuh
kepastian. Kepastian cuy kepastian. Peka donk yah peka T_T
Eum, syudahlah.
Maapkeun Coretan Isah edisi kali ini
yang isinya nggak penting banget. Nggak berbobot pula, dan malah terkesan
curhat bahkan men-judge para cowok
dengan label “Tidak Peka”. Saya cuman ingatin, pahami tiap maksud ucapan wanita
karena emang sih pada dasarnya kami para wanita tidak menyatakan maksud dan
keinginan kami secara lugas dan terang-terangan, melainkan melalui istilah,
isyarat, serta pesan tersirat.
Jadilah cowok yang peka, baik itu
kepada wanita ataupun lingkungan sekitar, buahahaahahaaa :v
Salam literasi ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar