Be Happy^^

No More Pain, No More Cry (: (:

Senin, 04 Mei 2015

(Fanfiction) The Creepy Story At Midnight



The Creepy Story At Midnight
.
.

Author:
Aisyah a.k.a Cloudisah
.
.

Cast:
All of B.A.P’s Member
Author a.k.a Isah a.k.a musuh bebuyutan Yongguk ikutan mampang

Warning:
Typo, Bahasa tidak sesuai EYD, Alur cerita garing+hambar...

.

(^=^)

Setengah lusin alien itu tampak membentuk formasi lingkaran di tengah-tengah ruangan pengap yang gelap sepenuhnya. Di tengah formasi lingkaran itu terdapat sebuah pelita kecil yang cukup memberi sedikit penerangan pada setengah lusin alien tersebut.

/ini kok berasa ceritanya serius amat yak/ *plakk... Ketahuan authornya nggak berjiwa humor.

Back to the story...

“Jadi siapa yang dapat giliran cerita nih?” ucap Jongup kurang semangat sambil nepokin nyamuk yang dari tadi terbang-terbang di dekat telinganya.

Salah satu alien berwajah kucing namun bersuara macan meletakkan sebuah senter kecil di tengah-tengah formasi lingkaran. “Kita pakai senter ini. Senter ini akan aku putar lalu siapa yang mendapati kepala senter, itu artinya dia yang cerita. Gimana?”

Dari temaramnya cahaya pelita, alien berwajah kucing itu melihat kelima alien yang lain tampak mengangguk patuh. Maka, ia pun mulai memutar senter kecil tersebut. Alien berwajah bayi namun tubuhnya seperti jerapah yang duduk di samping Alien berwajah kucing terlihat harap-harap cemas. Ia benar-benar ingin sekali bercerita. Menceritakan sebuah pengalaman seramnya saat ia masih di Sekolah Dasar. Saat salah satu teman sekelasnya kerasukan karena bermain di hutan belakang sekolah.

Sementara alien yang masih sibuk nepokin nyamuk-Jongup-anteng aja. Dia mah bodo amat mau kedapatan giliran cerita ato nggak. Baginya yang penting harus segera keluar dari tempat gelap nan pengap ini karena dia capek dari tadi harus terus menerus nepokin nyamuk-nyamuk tak berdosa yang mencari peruntungan dengan menghisap darah Jongup.

Dua alien lainnya malah sibuk bercumbu(?) ehh.. nggak ding bukan. Dua alien itu malah main pukul-pukulan hanya karena salah satu diantara mereka pinjem talenan-super-canggih (gedget maksudnya) milik salah satu alien itu namun karena alien yang meminjam talenan-super-canggih itu rada gaptek, yah akhirnya benda tersebut rusak dan akhirnya tergeletak tak bernyawa.

Jangan lupakan satu alien lagi yang masih nyante dengan pose gentle seraya bersidekap. Alien yang satu itu memang selalu menjaga image cool-nya dan tak pernah mau menjatuhkan harga dirinya dengan melakukan tindakan-tindakan konyol seperti kelima alien lainnya.

Dan senter itupun berhenti berputar.

Semua pasang mata tertuju pada alien yang menjadi sasaran kepala senter. Alien berwajah bayi mendengus sebal. Sementara yang menjadi objek membulatkan matanya lebar.

“Yehaaaa! Wuhuuuuu... Akhirnya gue yang dapat giliran cerita, yeaaaay,” alien itu bertepuk tangan senang dan heboh seperti anak TK yang sedang meniup lilin ulang tahunnya. Kelima alien lain menatapnya tanpa kedip dan pandangan aneh. Karena tingkah alien itu berbanding terbalik dengan tingkahnya beberapa menit yang lalu, yang selalu berpose ‘sok’ gentle.

Menyadari tatapan aneh dari kelima alien lainnya yang notabene-nya lebih muda darinya itu, alien itupun berdehem dan kembali pada pose awalnya. Gentle.

“Baiklah kamu yang cerita, Guk-a,” alien berwajah kucing mengambil kembali senter kecilnya.

“Ehemm. Dengarkan baik-baik-“ sang Alien yang mendapat giliran cerita pun memulai ceritanya.

“Huwaaa.. Hyung ceritanya seram. Aku takuuuuuut.”

“Gua belom cerita cumi!”

Sang tersangka-Youngjae-menunjukkan cengiran lebarnya. “Hehe.. Lanjutkan, Hyung.”

“Kalian sudah pernah denger Urband Legend tentang Square nggak?” tanyanya pada kelima Alien lainnya dengan suara yang dibuat seseram mungkin. Padahal kan Bang Yongguk meskipun nggak usah dibikin seram suaranya, emang udah seram duluan dari sononya -_-

*Yongguk: Elu ngomong apa Sah? /death glare membahana/
Isah: /pura-pura nggak denger/
Yongguk: /jitak kepala Isah yang tak berdosa/ Sekali lagi elu ngatain gue, gue lempar lu ke planet Mato...
Isah: Issh.. Ampuuun Prabu Yongguk /ngelus pala yang mulai benjol/
Daehyun: Author yang malaaaang*

Square itu bukannya bahasa Inggris persegi, Hyung?” kali ini Jongup udah bisa duduk dengan tenang tanpa nepokin nyamuk. Tadi dia sempat pake lotion anti nyamuk saat pertengkaran antara author dan Prabu Yongguk.

“Hmm, tepat sekali. Seratus buat Jongup,” ucap Youngjae dengan pose ‘sok’ pinter.

“Emang kalo bahasa Inggris-nya lingkaran apaan?” si bayi besar a.k.a Zelo a.k.a Junhong yang dari tadi diem mulai mengeluarkan suaranya.

Circle,” jawab Youngjae cepat.

“Kalo segitiga?”

Triangle,” kembali Youngjae membuktikan kemampuan bahasa Inggrisnya. Elaah, bahasa Inggris gitu doank mah cetek... anak SD juga bisa atuh, Jae.

“Segi enam?” kali ini si muka kucing-Himchan-yang juga ikut-ikutan.

Hexagon,” Youngjae mulai besar kepala.

“Kalo aku cinta padamu?”

Youngjae sedikit terkejut dengan pertanyaan barusan, dan tersenyum menatap Daehyun yang tadi melontarkan pertanyaan itu. “I love you..

I love you too, Youngjae-a,” Daehyun membentuk love sign dengan kedua tangannya.

*Eaaa.. DaeJae moment /Isah guling-guling/*

“Gue jadi cerita nggak sih?” Yongguk mulai nggak nyante.

“Sabar Hyung... Inget kata Ustadz Maulana, orang sabar itu disayang Tuhan,” sang alien maknae mulai mengingatkan hyung-nya.

“Jel, elu suka nonton Usatadz Maulana jugak?” Jongup kaget karena si maknae akhirnya kembali ke jalan yang benar.

“Iya lah, dia suka nonton Ustadz Maulana tiap pagi bareng gue. Kita kan suka nonton Ustadzah Oki yang cantik. Ya kan Jel?” Himchan pun ber-high five dengan Zelo.

“Aku juga suka Hyung. Kita suka nonton itu berdua di kamar, iya kan Dae?”

Daehyun ngangguk-ngangguk pelan jawab pertanyaan Youngjae. Dia dari tadi ngelirik sang Prabu Yongguk dengan tatapan miris. Gimana nggak miris coba ngeliat Yongguk yang tadi sudah mulai semangat cerita eh, tau-tau dongsaeng-dongsaengnya malah cerita sendiri. Dan sekarang Yongguk pundung sambil duduk rada menjauh dari formasi lingkaran seraya memeluk kedua lututnya dan menggambar abstrak di atas lantai dengan jari telunjuk kanannya. Kalo ini di komik, Bang Yongguk bakalan digambarkan dengan garis-garis hitam. Auranya gelap dah pokoknya.

*Yongguk: Gue ini leader woooy! Kenapa gue selalu dinistakan sih, Sah? Elu dendam banget emangnya sama gue?
Isah: Kan tampang Oppa emang cocok buat dinistakan /sembunyi di punggung Daehyun/
Youngjae: Hey, Isah elu ngapain? Daehyun tuh punya gue.../sewot/
Isah: Enak aja... Daehyun Oppa punyakuuuu /tarik Daehyun/
Youngjae: /ikutan narik Daehyun/ Kalo elu ambil Daehyun, ntar nggak ada lagi couple manis di B.A.P
Isah: Tapi kan-
Yongguk: Hiks, gue dikacangin lagi /pundung lagi/
Isah: Jiaah, nih leader tampang doank preman. Cemen banget sih Oppa...
Yongguk: Gue tembak baru tau lu Sah. Only oneshot, only oneshot.. you only have a chance you know... /Yongguk nge-dance push up ala MV Oneshot di tengah temaramnya cahaya/
Himchan: Ini cerita lanjut apa kagak? Yang ada gue tembak elu semua...
Isah: Hehee, oke-oke kita lanjutkan... Action!*

“Loh, Hyung ngapain di situ? Bukannya Hyung harusnya cerita?” si Jongup protes karena Yongguk malah duduk menjauh dari mereka.

“ELU SEMUA ITU DONGSAENG KURANG AJAR TAU GAK! KITA INI NIH LAGI NGADAIN CERITA SERAM DI MALAM HARI, KENAPA ELU SEMUA MALAH SIBUK CERITA SENDIRI SIIIIIIIIH?”

Akhirnya Yongguk mengeluarkan kekesalannya dan kembali lagi ke dalam formasi lingkaran.  Sementara Himchan gosok-gosok kupingnya karena suara Yongguk kayak orang tereak pake toak masjid dan bikin kupingnya berdengung. Lain lagi dengan Daehyun yang megangin pelita di tengah lingkaran soalnya tuh pelita hampir aja jatoh karena suara Bang Yongguk bikin seisi ruangan bergetar.

Jongup dan Zelo lagi istighfar, sedang Yongjae berusaha mati-matian menahan kelatahannya biar nggak malu-maluin. Soalnya ada Daehyun di sampingnya, bisa mati karena malu dia gara-gara latah ayam-ayamnya.

Yongguk menarik nafas dalam. Sebagai leader yang bijaksana dia harus bisa mengendalikan emosinya agar bisa dicontoh kelima alien yang masih polos sepolos author yang lagi bikin cerita ini.

*Yongguk: Oh aja sih Sah*

“Nah, Urban Legend ini tentang lima orang pendaki yang kehabisan bekal di tengah pendakian mereka. Padahal saat itu sedang musim dingin. Lalu salah satu diantara mereka kelaparan dan kehabisan tenaga akhirnya meninggal. Keempat temannya kebingungan. Mereka juga kelaparan dan lelah. Akhirnya...”

“Akhirnya yang lain meninggal juga Hyung?” tebak Yongjae sotoy.

“Nggak gitu Jae. Kalo mereka semua mati, lalu mana cerita perseginya? Lagian kalo gitu nggak seram sama sekali,” Daehyun ikutan nimbrung.

“Ah, iya bener juga sih. Kalo cuman gitu ngapain sampe dikenal dengan urbanlejen kan?” ucapan Jongup mendapat anggukan dari kelima alien terkecuali Yongguk yang mati-matian menahan kekesalannya karena adik-adiknya kembali sibuk berargumen.

 Yongguk kembali menghela nafas. “Makanya elu semua dengerin gue dulu.” Titah Prabu Yongguk.

Kelima alien lainnya kembali fokus pada Yongguk. Hening. Aura seram tiba-tiba menjalar. Angin malam merambat masuk menerpa kulit mereka, membuat Zelo merapatkan duduknya pada Himchan di sampingnya.

“Ditengah kelelahan, mereka menemukan sebuah gubuk. Karena hari sudah beranjak malam, akhirnya mereka berempat memutuskan istirahat di gubuk itu.”

“Gimana teman mereka yang meninggal itu, Hyung?” tanya Jongup penasaran.

“Mereka tinggalin teman mereka yang meninggal itu. Jadi cuma mereka berempat yang masuk ke gubuk. Tapi gubuk itu gelaaaaaaap banget. Nggak ada apa-apa buat nerangin. Akhirnya mereka duduk berempat di dalam gubuk itu sambil menahan dingin. Tapi tiba-tiba...” Yongguk menghentikan kalimatnya dan menatap kelima alien di depannya satu persatu dengan mata elangnya yang tajam setajam pisau dapur Mama author buat motong ikan.

“Tiba-tiba apa, Hyung?” Daehyun mepet-mepet duduknya ke Youngjae sambil tangannya dan tangan Youngjae saling bertautan.

*Eaaa, DaeJae moment again... ^_^*

“Tiba-tiba pintu gubuk itu tertutup sendiri dan tidak bisa terbuka lagi!” Yongguk menakut-nakuti kelima alien di depannya yang mulai ketakutan dengan wajahnya yang dibuatnya seram.

Himchan keringat dingin. Jongup nguap sepuluh senti. Zelo makin mepet ke Himchan. Daehyun dan Youngjae... Makin erat tangan mereka bertautan.

*Wuhuuu author seneng bikin full DaeJae moment :p*

“Keempat pendaki itu ketakutan dan semakin kedinginan. Akhirnya salah satu dari mereka berinisiatif untuk mengusir dingin agar mereka semua tidak mati kedinginan.”

“Gimana caranya Guk-a?” keringat dingin semakin mengucur deras di pelipis Himchan. Bukannya karena ketakutan, soalnya emang ruangan itu pengap. Ditambah Himchan pake kaos hitam lengan panjang bikin dia makin kegerahan. Belum lagi Zelo yang makin mepet-mepet di sampingnya.

Yongguk kembali menatap kelima alien polos nan unyu-unyu yang berbeda jauh sama dia yang bertampang preman dan beraura gelap.

*Yongguk: Orang yang dianiaya do’a-nya diijabah. Sabaaaar-sabaaar /ngelus dada/
Isah: kebahagiaan terbesar dalam hidup aku adalah saat membully Prabu Yongguk, kkkk /evil laugh/
Yongguk: /nelen senter/*

“Salah satu dari mereka berinisiatif untuk melakukan sebuah permainan agar mereka tetap hangat. Berhubung gubuk itu berbentuk persegi, jadi ia memerintahkan ketiga temannya yang lain untuk mengambil posisi di setiap sudut. Lalu cara bermainnya adalah dimulai dari pendaki pemilik ide yang berdiri di salah satu sudut berjalan ke sudut lain yang sejajar dengannya, dan menyentuh orang yang ada di sudut itu. Orang yang disentuh itu berjalan ke sudut berikutnya dan menyentuh orang yang ada di sudut tersebut. Begitu seterusnya dari sudut ke sudut. Dan mereka bermain sampai pagi hari.”

 “Apaan? Gitu doank?” Jongup nguap makin lebar.

Yongguk menjitak Jongup yang kebetulan duduk di sampingnya. Membuat Jongup yang lagi mau nguap akhirnya nggak jadi nguap lagi. “Elu ke-pabo-an jangan dipelihara dong Ngup,” protes Yongguk.

“Emang kenapa?” tanya Jongup polos sambil ngelus-ngelus kepalanya. Kasihan kepala Jongup bisa kempes entar karena tangan kekar Preman Yongguk tadi kuat banget mendarat di kepalanya.

“Astaga!” Yongjae berucap tiba-tiba bikin Himchan latah maling-maling.

“Kenapa?” tanya Jongup polos-lagi.

“Kalau begitu bukannya mereka bermain berlima Hyung? Coba kalian pikirkan. Orang di sudut pertama, menyentuh orang di sudut kedua. Orang di sudut kedua menyentuh orang di sudut ketiga. Lalu orang di sudut ketiga menyentuh orang di sudut keempat. Setelah itu orang di sudut keempat menyentuh kembali orang di sudut pertama. Seharusnya di sudut pertama tidak ada orang kan? Karena orang yang di sudut pertama tadi tidak kembali ke sudut awal, tapi diam di sudut kedua.” Youngjae menjelaskan apa yang otak cerdasnya pikirkan.

“Ya Tuhaaan!”

“Oh My God!”

Houl!.

Saesange!”

Himchan, Zelo, Jongup, dan Daehyun terkejut bersamaan. Sementara Yongguk mengangguk-angguk membenarkan ucapan Youngjae.

“Benar sekali,” Yongguk menjentikkan jari tengah dan ibu jarinya.

Hyung, aku takut.” Sang maknae memeluk Himchan erat.

“Dan setelah pagi menjelang, keempat orang itu baru sadar kalau mereka baru saja bermain lima orang. Mereka mulai curiga, jangan-jangan...”

“Jangan-jangan yang ikut bermain bersama mereka itu teman mereka yang meninggal?” tebak Youngjae lagi.

Daehyun mempoutkan bibirnya kesal. Tadi dia yang mau nebak, tapi keburu Youngjae yang ngomong. *Poor Daehyun*

“Benar. Akhirnya keempat pendaki itu berlari terbirit-birit keluar gubuk dengan mendobrak pintu gubuk itu. Dan... Kkeutt. Ceritanya selesai.” Yongguk mengakhiri ceritanya sambil menunjukkan cengiran lebar menampilkan deretan gusi merahnya yang menurut Author tampangnya malah nggak ada ganteng-gantengnya sama sekali.

*Yongguk: /pura-pura nggak denger omongan author/*

“Huaaa, Hyung... Jelo takuuuuut.”

Himchan ngelus-ngelus punggung sang maknae. Sementara moment itu dijadikan kesempatan Daehyun dan Youngjae buat makin mepet-mepet berdua. Jongup lagi-lagi mau nguap tapi keburu nyamuk terbang-terbang lagi di dekat telinganya bikin dia nggak jadi nguap dan beralih kembali nepokin nyamuk.

“Zelo, waktunya tidur. Sudah hampir jam satu malam sayang,” Mamanya Zelo tiba-tiba nongol dari pintu dan bikin setengah lusin alien itu berteriak kenceng kayak orang kesetanan.

Gimana mereka nggak kaget kalo Mama-nya Zelo tiba-tiba buka pintu dan nyalain lampu kamar Zelo dan mukanya lagi pake masker bengkoang langsung tersorot jelas oleh cahaya lampu.

“Huaaaaaaaa! Mama aku takuuuuut”

Lima alien langsung menatap aneh pada pemilik suara. Siapa coba tebak yang tereak?

Hyung payah.”

“Gitu doank pake manggil mama segala.”

Hyung cemen.”

Leader apaan nih. Nggak gentle.”

“Tadi dia yang cerita seram. Tapi malah ketakutan.. huh”

Kelima alien mengomel memandang sang pemilik suara yang sedang tersenyum malu-malu kukang. Sementara Mama Zelo udah balik lagi keluar setelah nutup pintu kamar.

*Isah: Iya nih leader apaan. Payah. Uyuh. Nggak keceh. Tampang doank preman. Bikin malu /bully sepuas hati/
Yongguk: Stop! Berhenti menistakan gue Isaaaaah!! Kemari luuuu... mau gue jitak kepala lu sampe benjol sepuluuuh!! /ngejar Isah/
Isah: Huaaa, ada preman yang mau membully wanita polos nan unyu-unyuu... /lari sekuat tenaga/
Yongguk: Gue kejar lu sampe ke ujung dunia!*

Kelima alien akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar Zelo. Soalnya mereka nggak berani balik pulang ke rumah masing-masing. Ntar ada apa-apa di tengah jalan. Sementara Yongguk masih tetep istiqomah ngejar si author unyu. Ceritanya-pun berakhir sampai di sini... wkwkkk...

.
.
FIN

Bahagianya bisa membully Bang Yongguk, bhahahahaa...
Makasih yang sudah mau membaca fanfiction nista dan nggak waras ini :D
/peluk Daehyun Oppa erat-erat/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar